Kamis, 05 Maret 2015

Rekomendasi EXO Fanfiction Part 2 by Park Hyo Ah

Rekomendasi EXO Fanfiction Part 2 by Park Hyo Ah

🎶




04072014
Yo! Okay! Dengan Park Hyo Ah alias pacar Chan Yeol disini~~! *dihajar
Hoahahaha! Saya kembali dengan membawa Rekomendasi EXO Fanfiction Part 2yang sebelumnyamembawaRekomendasi EXO Fanfiction Part 1Jkembalinya lama amatya! Semoga Anda sekalian suka yee dengan rekomendasi saya yang terbilang CUPNEL ini *plakk dan kebanyakan dari rekomendasi saya ini adalah ChanBaek. Ratednya T semua kok *amann
Oiya ding! Tinggalin jejak ye... jangan jadi hantu mulu kerjaannya L kan belum waktunya jadi hantu(?) *ditinjumassa
YaSuhoLay... saya gak bisa basa-basi yang panjang lebar *!
Ini dia Rekomendasi EXO Fanfiction Part 2 :D


1.      Stay With Him by Baekyeoleuuu
(ChanBaek) – (Romance, Comedy) – (Chaptered-OnGoing)
.
Di FF ini Baekhyun dititipin ibunya ke rumah anak temannya, Baekhyun tinggal serumah sama Chanyeol si Nyebelin, oya Chanyeol lebih tua dari Baekhyun. yaahh pokoknya menarik lah ceritanya! *rekomenmacamapaini *plakk


2.      I Cant Hear You by Yosalee
(ChanBaek) –(Angst, Friendship) – (Chaptered-Ongoing)
.
Huwaaa! FF ini bikin sedih-lah L Baekhyun nggak suka sama Chanyeol yang notabene adalah saudaranya sendiri gegara Chanyeol ini cacat *Uhukk!.


3.      Daddy’s Little Angels by 0312_luluexotics
(ChanHan, ChanBaek) – (Angst, Romance, Brothership) – (Oneshoot)
.
Baekhyun dan Luhan itu kembar, namun sifat mereka berbeda, Luhan pintar sedangkan Baekhyun biasa-biasa saja, merasa dibedakan oleh ayahnya Baekhyun menjadi bertingkah.
Tapi Baekhyun sayang kok sama Luhan. Baca aja deh ceritanya, kalo aku jabarin semua yah gak seru dong ya... hehe.


4.      Just To Say I Love You HunHan by Lulubaby1412
(HunHan) – (Romance, etc) – (Chaptered-OnGoing)
.
Luhan adalah putri dari seorang penting dari sebuah kerajaan, banyak yang datang melamarnya namun Luhan menolak, sampai suatu ketika ia suka pada pengawal dari seorang yang melamarnya, nama pengawal itu adalah Sehun.
Suatu waktu Sehun mati dalam sebuah perang, Luhan juga turut mati melihat orang yang dicintainya meninggal.
Singkat cerita Luhan bereinkarnasi kembali untuk mendapatkan Sehun dikehidupan lain, tapi kenapa ia menjadi laki-laki?
Hahaha cerita ini menarik loh!


5.      From Far Away by Kiela Yue
(Hunhan, ChanBaek, Taoris, kaiHan) – (Romance, Fantasy, Comedy, Genderswitch) – (Chaptered-OnGoing)
.
Luhan tersesat disuatu tempat (negeri) aneh yang mana manusia datang ke negri Oberon untuk meneruskan keturunan raja yang akan menikahinya, biasanya manusia itu adalah wanita tetapi Luhan itu lelaki tulen! Hanya dandanannya saja yang seperti wanita karna dia kalah taruhan sama temen-temennya!
Jadinya yah dia diincer oleh kerajaan lain disana, untung dia ditemukan oleh Pangeran dari kerajaan Selatan yang tak lain adalah Sehun.
Hoho cerita ini bagus, lucu, menarik pula! Banyak konflikya dan banyak kebatinan Luhan tentang gendernya(?)*plakk nah FF ini juga lah yang membuat saya nge-favorit Author Kiela Yue ini.


«
«

===================================================
Adakah dari Anda sekalian pernah membaca Fanfict diatas? Maaf jika sudah *bow *kabur
============================================
Nah, para manusia ciptaan Tuhan yang paling mulia yang telah membaca rekomendasi dari saya harap meninggalkan jejak, okay? Hargailah saya yang telah merekomen ini *hiks.
Nggak juga gapapa kok asal kalian bukan manusia *Eh!
See You at Recommendation EXO Fanfiction Part 3~!


Sign
(Pacar Park Chanyeol)
*dihajar exotics



Minggu, 13 Juli 2014

Rekomendasi EXO Fanfiction Part 1 by ParkHyoAh

Rekomendasi EXO Fanfiction Part 1 by ParkHyoAh
]
02072014

Ayayayay! Hello epeli bodi! *treak GJ Pacar ChanYeol disini *dibakar.
Apa anda nyasar pada Blog ini? Hehe aku rasa iya ;) oya kalo nyasar sekalian aja nih baca Rekomendasi EXO Fanfiction Part 1 by Park Hyo Ah alias Pacar Park Chan Yeol *dianiaya
Yehet! yaa akhirnya yang sekian lama saya buat rekomendasi fanfict juga! *perjuangan(?)
Meski gak ada yang nanya alasanku buat rekomendasi-an kayak gini ‘sih karna aku suka baca, FF terutama (ChanBaek) muehehehehe. Oya ratednya aman semua kok J *T
yaSuhoLay gak banyak cengcong, ini diaaaa rekomendasinyaaaa~~!
Jreng! JRENG!
¸
1.      A Little Puppy by Hangukffindo
(ChanBaek) – (Comedy, Fluff) – (Oneshoot)
.
Hehe ini lucuuu bangett Ffnya :3 tentang Chanyeol yang pengin melihara anak anjing, sedangkan Baekhyun tidak mau ada anjing dalam rumah mereka :D

2.      Only You by CloudyNotes
(ChanBaek) – (Romance, Angst) – (Chaptered{Ongoing})
.
Gatau bilang apa sama FF ini, yang jelas bagus banget laah... Bahasa yang disusun sama authornya rapi -click! Sama imajinasiku hehe J disini Chanyeol salutsama kemandirian Baekhyun yang ternyata cacat. Recomennded deh!

3.      Love Love by BabyBlue
(ChanBaek) – (Romance, Fluff) – (Oneshoot)
.
Ohohohoho, FF ini masuk list FF favoriteku :3 gimana FF ini gak favorite kalo ceritanya muanisss bangettt! Chanyeol itu cowok cupu ;p, Chanyeol selalu cerita ke Kai sahabatnya tentang dia yang mempunyai rasa tersembunyi pada kakak kelasnya yang tak lain adalah Baekhyun. Yakin deh kalau kalian baca ini FF pasti senyam-senyum sendiri.

4.      Great Little Bear by Sleeping Panda
(HunHan) – (Brothership, Fluff) – (Oneshoot)
.
Menurut aku sih jarang yah FF dengan genre Fluff Brothership, tapi good deh buat FF yang terbilang pendek ini, ceritanya membekas dihatiku *cielaah. Di FF ini Luhan rindu tuh sama kampung halamannya, tapi dia tak merasa kesepian kok, karna ada Sehun yang menemaninya.

5.      Promise MeHyeong! by @smffjungseomi
(HunHan) – (Brothership, Angst, Sad) – (Oneshoot)
.
Ahh sedih banget baca ini, Luhan tega banget ama si Sehun adiknya sendiri L berulangkali Luhan buat janji ke Sehun tapi dia selalu mengingkarinya, membuat Sehun selalu menunggu. Tapi Luhan ternyata punya alasan sendiri kenapa dia mengingkari janjinya...
Meski bahasa yang ditulis si Author agak kurang rapi *plakk tapi fell sedihnya kerasa bangeettt L good Thor!! Anda berhasil membuat saya terhura!

«
«

Udah ah! segitu dulu aja rekomendasinya ya.... kapan-kapan *entah kapan bakal saya lanjut lagi di part ke-2 J SEE YOU :D
Terima kasih yang telah mengunjungi Blog ini entah secara sengaja/nggak sengaja ataupun cuma iseng saya tetep seneng kok J *Terharu
Bye~Bye~ *Lambai lambai dari jamban

Sign
(Pacar Park Chanyeol)

*dihajar massa

Rabu, 11 Juni 2014

FF ChanBaek Home Stay Chapter 1



Home H Stay

u

CHANBAEK VIOMONALETTEFF.BLOGSPOT.COM

A Fanfict by Park Hyo Ah

* Byun Baek Hyun * Park Chan Yeol
* Romance BoyxBoy  * Home life
* Rated : T PG-16

Warning!  : Typos anywhere, Bahasa gaje, cerita biasa saja, awas muntah ketika membacanya (tapi Anda diperkenankan mengkomen) FF ini khusus dibuat bagi peng-shipper ChanBaekLovers

Disclaimer! :  Fanfict ini terinspirasi dari sebuah komik Jepang milik NANAJIMA KANA yang berjudul Spontaneus Jelly Beans, tapi untuk plot, tokoh dan karakter dari pikiran saya sendiri, tidak sepenuhnya sama kok ^_^

Start Making – 10.06.2014

Viomonalette presents
¸
¸
¸

“Kau cukup tampan dengan rambut hitam barumu, Chanyeol!” Lelaki bernama Chanyeol yang sebelumnya berambut pirang berdecak kagum memuji tampilannya yang terpantul dicermin kamar pribadinya yang luas seraya mengelus alis hitamnya dengan telunjuk.
Dengan pakaian sweater gradasi biru kehitaman, celana jins berwarna senada, syal biru berajut dan sunglasses yang telah ditenggerkan rapi dihidung mancungnya, Chanyeol telah bersiap untuk pergi dari Jepang menuju negara gingseng, yang mana bandara Incheon telah menunggunya.
Setelah menempuh perjalanan yang membosankan didalam pesawat, Chanyeol telah tiba di bandara Incheon tujuannya, ia menggeret koper ber-merk miliknya untuk segera menaiki angkutan taxi yang banyak tersedia berjajar diluar bandara.
Ditengah perjalanan dalam taxi, Chanyeol menikmati pemandangan kota Seoul dari balik kaca jendela, sudah sejak lama ia tak mengijakkan kakinya di negara kelahirannya karna sang ayah dan ibu pindah ke Jepang untuk melanjutkan bisnis yang otomatis dirinya juga ikut serta pindah.
Chanyeol teringat jika ia harus memberi kabar kepada ‘seseorang’, jadi ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan langsung menghubungi orang itu. “Annyeonghaseyo, Byun Ahjumma!” dalam hati Chanyeol merasa bersyukur jika ia masih ingat logat Korean dengan baik. “Aku akan segera sampai kerumahmu, Byun Ahjumma, tunggu aku ‘ya!”.
Sebenarnya, jauh sebulan lalu Chanyeol berencana untuk menginap dirumah orang lain, ia nekat menghubungi sebuah nomor yang ia dapatkan dari internet untuk jasa ‘Home Stay’ di negara Korea agar ia bisa menginap beberapa minggu disana. Akhirnya ia bisa tinggal dirumah Bibi Byun dengan harga yang sudah saling disepakati. Sebenarnya juga ia bosan berada dirumahnya yang berada di Jepang.
H
Pukul 14.00 siang, Chanyeol telah tiba didepan sebuah pintu berwarna putih bernomor 48, dia masih mencoba mencocokkan alamat yang ia tulis pada secarik kertas dengan rumah yang sedang ia injak terasnya.
“Hmm... jalan Manggis, Perum Matahari, Nomor 48.” Chanyeol merasa dirinya tak salah rumah, “Jadi ini rumah bibi Byun!” Chanyeol menggebu semangat menekan tombol bel disamping pintu, tak sabar karna ia akan bertemu dengan Bibi Byun yang terdengar ramah sewaktu mereka ada waktu untuk saling mengobrol ditelepon.
Ting tong! Ting tong!
Tak lama pintu terbuka, menampilkan sosok wanita cantik walau sebenarnya wanita itu berusia sekitar setengah abad. “Nde? Nuguseyo?” wajah wanita itu nampak bertanya-tanya.
Konnichiwa! Bibi Byun?” Chanyeol membungkuk hormat kemudian melepas kacamatanya yang kemudian membuat wanita tua itu teringat akan wajah seseorang yang pernah ia lihat diinternet.
Eoh! Chanyeol?!” ya... wajah inilah yang menyewa satu kamar dirumahnya untuk ‘Home Stay’.
Annyeonghaseyo, bibi Byun! Aaah senangnya bertemu denganmu.” Dengan sok akrab Chanyeol memeluk wanita bermarga Byun tersebut.
“Ah, sama-sama anak muda, ayo masuk.” Bibi Byun mempersilahkan Chanyeol yang nampak bahagia untuk masuk kedalam rumahnya yang sederhana namun juga berkesan modern.
Begitu masuk dengan menggeret kopernya Chanyeol menghirup dalam-dalam aroma rumah bibi Byun yang sewangi bunga lavender, membuatnya merasa tenang sekaligus nyaman dan suasana putih diseluruh ruangan turut mendukung.
“Nah, Chanyeol, sebaiknya kau istirahat saja dulu, menempuh perjalan jauh pasti capek. Kamarmu ada di lantai dua, mari bibi antar.” Bibi Byun mendorong pelan punggung  Chanyeol menuju tangga didekat dapur dan ruang makan.
“Terimakasih, bibi, kau memang pengertian hehe, tapi aku orang yang tidak bisa tidur siang.” Bibi Byun mengelengkan kepalanya, walau capek naik pesawat anak ini masih mampu tidak tidur siang.

“Yasudah letakkan dulu barang-barangmu kekamar lalu turun untuk makan siang, Arrachi?” Chanyeol menggangguk sebelum bibi Byun pergi ke dapur.
H
Dilantai 2 Chanyeol kebingungan, pasalnya disini ada 2 pintu kamar dengan warna yang sama putihnya. Sepertinya Bibi Byun lupa memberitahu yang mana kamarnya, karna tak ingin banyak merepotkan sang pemilik rumah hanya untuk bertanya lebih baik ia pastikan sendiri kamar dibalik masing-masing pintu tersebut.
Chanyeol membuka pintu disebelah kiri terlebih dahulu yang ternyata tak terkunci. Apa yang dilihat Chanyeol dalam kamar itu sungguh mengejutkan matanya, banyak macam poster girlband bertulis ‘Girls Generation’ tertempel dimana-mana pada dinding, tak hanya itu, kamar tersebut nampak kotor dengan banyaknya benda berserakan dilantai, entah itu buku, sepatu yang hanya tinggal sebelah, kaos kaki dekil berlubang yang menggantung di ranjang, dan lebih mengejutkan lagi ketika matanya mendapati sebuah celana dalam hitam berpolkadot putih entah milik siapa digelantungkan di tiang jendela.
Sungguh ini kamar terjorok terkotor terbau yang pernah ia lihat dan rasakan, walau dia lelaki dia tak pernah sejorok ini. Siapapun pemilik kamar ini sungguh jorok, pikirnya.
Karna tak betah walau hanya dengan melihatnya saja Chanyeol beralih pada pintu lain disebelah. Untunglah tidak seburuk kamar yang satunya. Kamar yang ini cukup rapi, terrdapat kasur berukuran Queen ber-seprai tokoh kartun Disney Mickey Mouse jadi Chanyeol segera masuk dan mengkalim bahwa yang ini adalah kamarnya.
Setelah menata bajunya pada almari berkayu jati dan Chanyeol mengganti pakaiannya dengan kaos bergambar pisang buah kesukaannya berikut celana longgar selutut berwana kuning seperti pisang dibajunya, ia segera turun memenuhi amanat bibi Byun untuk makan siang.
H
Baekhyun anak tunggal dari bibi Byun telah berpulang dari sekolah terheran ketika melihat sepatu hitam mengkilat khas milik pria terletak rapi diteras rumahnya. Itu tidak mungkin milik ayahnya, ‘kan ayahnya telah meninggal enam bulan lau karna  kecelakaan, lalu siapa pemilik sepatu ini? Atau jangan-jangan... calon suami ibunya?! Oh! Ibunya tak cerita akan hal ini sebelumnya.
Fikiran negatif itu membuat Baekhyun berlari tanpa mengetuk pintu dan masih memakai sepatu untuk mencari ibunya dan bertanya kejelasan adanya sepatu pria diterasnya. Sosok ibunya ia temukan tengah asik memasak didapur, ibunya tersadar akan kehadiran seseorang mengetahui bahwa seseorang itu adalah Baekhyun, dengan manja si ibu itu merentangkan kedua tangannya menyambut Baekhyun sepulang sekolah.
“Ah, putraku yang manis sudah datang, kem—“
Menghiraukan sambutan ceria ibunya, Baekhyun mendekat kemudian mencekal kedua pergelan tangan ibunya, matanya serius menatap wajah ibunya yang terheran akan perlakuan curiga Baekhyun, “Bu, siapa pemilik sepatu ditera—“
“Bibi, masak apaaaa~?” suara rendah memutus kalimat tanya Baekhyun.
Itu suara Chanyeol yang sedang menuruni tangga dan matanya berbinar ketika melihat seorang bertubuh kecil bersama bibi Byun, Ah apa ‘ini’ anak bibi Byun?!
Baekhyun terheran melihat sosok tinggi tak dikenalnya menuruni tangga rumah, siapa gerangan lelaki yang sedang tersenyum layaknya idiot itu? Tidak mungkin orang bertampang gila tersebut adalah suami baru ibunya, lagipula wajahnya terlihat masih muda, tidak mungkin ibunya menjadi Phedophil!. Oh.. apa jangan-jangan ibunya...!
Baekhyun menatap sebal ke ibunya, “Bu! Jangan bilang kalau dia adalah—“ cengiran ibunya sudah cukup menjelaskan jika lelaki itu adalah...
“Kau sepertinya benar Baekki! Dia adalah orang yang menginap beberapa minggu kedepan di rumah kita! Kau tau istilah ‘Home Stay’ ‘kan?” sang ibu menatap senang kearah Baekhyun.
Ternyata benar dugaannya, bahwa ibunya kembali kumat sejak setahun lalu dengan menyewakan sebuah kamar kosong disamping kamarnya untuk dijadikan tempat layaknya kost-kost-an! Alasannya ‘sih untuk mencari uang tambahan. OMG HELLO~!, dasar Eomma tak berperasaan. Padahal ibunya tahu jika ia  tak begitu menyukai orang asing, apalagi tinggal seatap!  BIG NO!
Sudah cukup pengalaman setahun lalu dengan adanya orang aneh yang menyewa satu kamar disini yang ternyata adalah orang incaran polisi karna orang tersebut sering melakukan pencurian, untungnya kasus orang itu telah diketahui lebih cepat dan dipenjarakan. Baekhyun bersyukur orang itu hanya tinggal dua hari saja. Kembali ibunya nekat menyewakan satu kamar kosong diatas untuk seseorang tak dikenal. Tetapi bibi Byun tidak merasa curiga sedikitpun dengan Chanyeol siwajah cerah. Hooo! Baiklah terserah ibunya saja! Yang penting ia tak mau berurusan dengan orang asing. Itu tanggung jawab ibunya. Biarkan saja, Baekhyun tak perduli.
“Ahh! Park Chanyeol! Kemari!” ibunya berlari riang kearah Chanyeol membuat cengkraman Baekhyun terlepas begitu saja. Ibunya membawa Chanyeol mendekat dan melihat lebih jelas wajah Baekhyun yang ternyata lebih manis jika dilihat dari jarak dekat.
“Dia anakku. Namanya Baekhyun. Dia manis ‘kan?” Bibi Byun bertepuk tangan kecil memamerkan seolah anaknya ini adalah anjing kecil yang imut. Chanyeol setuju dengan itu, anaknya bernama Baekhyun ini manis sekalii >_< ungkyaa!
Chanyeol mencubit pelan pipi gembul Baekhyun, yang dicubit menyingkirkan kasar tangan sok akrab itu, ‘sembarangan menyentuhku!’. Chanyeol merasa tertegun melihat kemanisan wajah sebal Baekhyun, “Aigoo~! Yeppeuna~.” Maka dari itu Chanyeol tak dapat menahan tangannya untuk memeluk Baekhyun dan mengoyang-goyangkan tubuhnya kekiri kekanan, sedangkan yang dipeluk berusaha melepaskan diri secara paksa.
“Ya! Sembarangan sekali kau bilang aku ‘Yeppeuna~’, Aissh! kau pikir aku perempuan?!” Baekhyun berucap sebal dan meniru suara idiot Chanyeol dibagian yeppeuna~. Bibi Byun menghela nafas atas sikap kasar anaknya yang terlalu sering kambuh, untungnya pemuda bernama Chanyeol tak menunjukkan reaksi tersinggung atas umpatan Baekhyun, malahan nampak bahagia-bahagia saja diperlakukan seperti itu.
“Baekhyun! jaga kesopananmu!”
“Dia yang terlebih dahulu tak sopan padaku, bu.” Baekhyun mendengus melipat tangannya didepan perut setelah dirinya berhasil melepas paksa pelukan dahsyat dari Chanyeol.
“Hoooaaa! Apa itu samgyeopsal?!” tanpa mempedulikan dengusan Baekhyun, Chanyeol bertanya gembira pada bibi Byun ketika melihat makanan favoritnya diatas meja makan, sudah sejak lama makanan favoritnya tersebut tak tersentuh dilidahnya.
“Iya benar. Ayo kita makan~!” Bibi Byun pun juga tak mempedulikan dengusan anaknya dan malah duduk diruang makan bersiap untuk menyantap makanan diatas meja disusul oleh Chanyeol.
Melihat Baekhyun yang masih berdiri ditempat, Chanyeol menegurnya, “Hey, Baekhyun-ah, ayo makan.”
Baekhyun-ah, katanya? Cih, sok kenal sekali makhuk itu, batin Baekhyun kesal.
“Bagaimana aku bisa makan jika tempat dudukku kau dudukki?, minggir sana.” tangan Baekhyun berisyarat agar Chanyeol pergi dari kursinya atau sekalian saja pergi dari rumah ini.
“Baekhyun, bersikap yang baik! aku tak mengajarimu begitu, loh. Cuci tangan dulu kemudian duduk dan makan dengan tenang.” Bibi Byun berkata tenang sambil mengambilkan nasi diatas piring Chanyeol dan Baekhyun.
Setelah Chanyeol menyingkirkan bokongnya ke kursi samping tempat duduk milik Baekhyun, lelaki yang masih ditingkat SMA 2 (Baekhyun)  itu mendudukan pantatnya disana setelah mencuci tangannya dan melepas sepatu berserta kaos kakinya.
Piring telah diletakkan di hadapan masing-masing oleh bibi Byun, Chanyeol tersenyum berterimakasih atas itu. “Selamat makaaaann~!” ucap Chanyeol heboh membuat bibi Byun terkekeh melihat tingkah konyol pemuda itu, dan Baekhyun disana menggerutu tak jelas akan kebrisikan yang dibuat Chanyeol.
“Tinggal makan saja kenapa harus dengan berteriak seperti itu? Kekanakan!” gumam Baekhyun diselah kunyahan nasi+daging ayam favoritnya.
“Oyah Chanyeol-ah, apa kamu masih sekolah? Berapa umurmu?” Bibi Byun membuka obrolan makan siang.
“Aku sudah lulus SMA tahun lalu, umurku delapan belas tahun.” Kata Chanyeol santai sembari memakan samgyeopsal-nya .
Uhuk! Uhuk!
Baekhyun tersendak ayamnya ketika mendengar bahwa diusia 18 Chanyeol lulus SMA, seencer apa otak makhluk itu?!.
Baekhyun menyahut segelas air yang disuguhkan dengan baik oleh Chanyeol kepadanya. Menegukknya hingga daging ayam yang menyangkut ketenggorokannya segera turun kedalam pencernaan.
“Kenapa?” Tanya Chanyeol khawatir.
“Kekanakan sekali, sudah besar masih bisa tersedak.” Bibi Byun berucap santai memakan makanannanya.
“Tidak kenapa-kenapa! Hanya tiba-tiba saja tersedak.” Baekhyun melanjutkan makannya, sebelumnya ia melemparkan pandangan kesal keibunya yang masih konsentrasi pada makanan. Tersedak tak mengenal umur, Bu! Semua orang bisa saja tersedak. Batin Baekhyun sebal.
H
Kring! Kring! Kring! Kring! Kring! Kring!
Suara berisik dari alarm berbentuk ayam diatas nakas samping kasurnya membuat Baekhyun terusik dari tidur, tangannya meraba-raba untuk mematikan alarm tersebut, ia cukup lelah karna semalaman kemarin membersihkan kamarnya yang seperti kapal pecah.
Mata Baekhyun yang tadinya terasa berat untuk terbuka kini melototkan matanya setelah ia berhasil menggapai alarm tersebut yang tertera angka 06:15, oh tidak, bisa telat jika ia tak segera berangkat sekolah. “Mwo!? Aissh!” secepat cahaya Baekhyun melesat ke kamar mandi dilantai satu dengan membawa handuk yang ia ambil dari balik pintu kamar.
Drap! Drap! Drap! Drap!
Terkejut mendengar suara berat langkah kaki yang tergesa menuruni tangga nyaris membuat bibi Byun memotong jarinya sendiri saat sedang memotong wortel untuk sarapan pagi ini dengan soup.
“Ya! Ibu kenapa tak membangunkanku ‘sih?” Sambil berlari menuju kamar mandi dikanan tangga Baekhyun berucap kesal menyalahkan ibunya saat ia mendapati ibunya di dapur. Bibi Byun menjadi kesal setelah Baekhyun membuatnya terkejut dan kemudian menyalahkannya, wanita itu mengehela nafas cepat atas tingkah putranya.
Baekhyun tergesa membuka pintu kamar mandi, mengunci pintunya kemudian melepas semua bajunya awut-awutan dan kemudian dilempar asal kekeranjang pakaian kotor dekat pintu. Setelah bertelanjang tanpa sehelai benang Baekhyun segera masuk kedalam bathup.
Tubuh Baekhyun membatu seketika saat dirinya membukai tirai jendela anti air tempat bathup berada. Ia mendapati sosok lain yang sama bertelanjangnya tengah asik berendam santai disana, “Gyaaaaaaaaaaaaaaaahh!!” Baekhyun tak dapat menahan keterkejutannya, bibi Byun juga turut terkejut mendengar teriakan maut Baekhyun dari dapur. Ia lupa jika penghuni baru rumah ini sedang mandi.
Chanyeol sosok yang tengah berendam santai menoleh kaget kesumber jeritan suara memekik disampingya. Chanyeol tak bisa lebih merasa terkejut lagi ketika mendapati tubuh tanpa baju milik Baekhyun dan wajah Baekhyun kaku memerah seperti tomat, “Ah, Baekhyun!” reflek Chanyeol berdiri dari bathup, membuat airnya tumpah kebawah, tak sadar jika ia memperlihatkan seluruh keadaan tubuh polosnya dihadapan Baekhyun yang terlihat ingin kejang-kejang ketika matanya tak sengaja menatap tubuh bagian bawah Chanyeol, “Mau mandi bersama?” tawar Chanyeol kemudian dengan baik hati.
“Asdfghjkl!!” Oh, tidaaakkk! Tubuhnya yang tanpa sehelai benang telah terlihat oleh mata lain, apalagi mata lain itu adalah mata milik Chanyeol yang wajahnya sekarang jadi ikut merah. Mengingat itu adalah Chanyeol si orang asing membuatnya malu dan segera siap untuk pingsan sekarang juga.
Brukk! Tubuh telanjang Baekhyun ambruk terjungkal kebelakang diatas lembabnya lantai kamar mandi, dengan khawatir Chanyeol turun dari bathup dan menghampiri Baekhyun.
“Baekhyun-ah!” Chanyeol memangku kepala Baekhyun pada pahanya, wajah Chanyeol yang basah nampak sangat khawatir memandang Baekhyun. Itu membuat Baekhyun yang masih tersisa kesadarannya melotot horror merasa lebih malu lagi, dalam jarak dekat begini ia malah jadi lebih jelas melihat tubuh telanjang Chanyeol begitu juga sebaliknya dan kemudian kesadarannya benar-benar menjauh.
H
Baekhyun telah bersiap dengan seragam sekolahnya, ia duduk tenang dikursi makannya menyantap roti selai stroberry, ia tak sempat memakan soup ibunya dan mencoba melupakan kejadian memalukan dikamar mandi beberapa menit yang lalu.
Chanyeol turun menuruni tangga dan menghampiri meja makan, Baekhyun tahu itu dan ia berusaha tak menatap wajah bercengir itu, tentu saja ia masih malu. Kemudian Chanyeol duduk didepan Baekhyun dan mengambil selembar roti selai cokelat diatas meja, “Baekhyun-ah, kau kenapa? Wajahmu terlihat merah, kau sakit?” Tanya Chanyeol khawatir setelah memperhatikan wajah Baekhyun sejak ia turun tangga tadi.
Baekhyun diam masih mengunyah rotinya tak berniat menjawab bahwa sebenarnya wajahnya merah bukan karna sakit.  “Ya! Kau kenapa?” wajah Chanyeol mendekat membuat wajah Baekhyun terpaksa diangkat  dan ia tersedak ketika melihat bahwa Chanyeol menggunakan seragam yang sama seperti dirinya.
Uhuk! Uhuk!
Baekhyun meminum susu strawberry yang disediakan ibunya diatas meja tadi, “Kau bohong tentang kelulusanmu diumur 18?!” Baekhyun bertanya sedikit mengalihkan pertanyaan Chanyeol tadi.
“Aku tidak bohong. Aku hanya ingin kesekolah yang sama denganmu, kita sekelas! hehe. Kemarin malam aku membeli seragam ini kemarin malam bersama ibu ‘kita’, loh!” Baekhyun melongo  mendengar kata ‘ibu kita’, sejak kapan ia punya saudara menggelikan seperti Chanyeol?
“Bodoh!  Yang lain ingin cepat lulus tapi orang ini ingin kembali sekolah. Terserahlah! Sesuka hatinya saja!” Gumam Baekhyun.
“Ohh.” Jawab Baekhyun tak peduli dan bangkit dari kursi untuk segera berangkat.
“Bu... aku berangkat!” teriak Baekhyun pada ibunya yang sedang dilantai dua.
“Aku juga, bu!” Chanyeol ikut bangkit dan turut berteriak, Baekhyun tak dapat menyembunyikan kekesalan diwajahnya ketika Chanyeol menyebut ibunya dengan sebutan yang sama. Dasar sok dekaaatt!
“Iya, kalian hati-hati dijalan ya. Yang rukun! Ibu sedang bersih-bersih disini.”
Annyeong!” Ucap Chanyeol riang sambil berlari kecil menyusul Baekhyun yang lebih dulu berjalan kepintu.
H
Dalam perjalanan berjalan kaki menuju halte bus, keberisikan Chanyeol bercerita tentang sekolahnya di Jepang membuat Baekhyun pusing sendiri dan mengiraukan Chanyeol untuk bercerita monolog. Baekhyun berjalan selangkah ke depan meninggalkan Chanyeol dibelakang yang masih saja nyerocos tak jelas ditelinganya. “Dulu, waktu aku bersekolah di Jepang para muridnya sangat baik padaku, sekolahnya juga bagus, emm bukan bermaksud pamer ‘sih, dan lagi dikantin ada makanan kesukaanku... bla bla bla”
Baekhyun melihat sebuah bus jurusan sekolahnya melintas melewatinya, oh tidak! Ia ketinggalan bis, jadi ia berlari mengejar bus tersebut. Chanyeol terkejut melihat Baekhyun berlari dari arah mereka melangkah tadi.
Baekhyun menoleh kebelakang pada Chanyeol yang berlari menyusulnya, “Bisnya! Aku ketinggalan. Cepat lari kalau kau masih ingin sekolah!”
Chanyeol melotot, “Mwoya! Bagaimana bisa!” Baekhyun mengiraukan Chanyeol dibelakang sana, ia telah hampir mencapai pintu belakang bis yang terbuka.
Dengan usaha nekat luar biasa, akhirnya Baekhyun berhasil menaiki bus yang langsung dapat tatapan tercengang heran bercampur salut (atas kelakuan Baekhyun yang terbilang nekat tadi) dari para penumpang bus.
Baekhyun menghela nafas lega dan mencari tempat kosong untuk ia duduki. Setelah mendapat duduk dekat jendela Baekhyun menghempaskan bokongnya disana. Tiba-tiba Baekhyun merasa ada yang janggal.
Duk!... duk!
Suara pukulan dibadan bis tepat disampingnya membuat Baekhyun menoleh penasaran kebawah karna bis ini lumayan tinggi.
Jreng! Jreng!
Baekhyun kaget, pantas saja ia merasa janggal, dibawah sana, Chanyeol berkeringat berusaha lari mengejar bus sambil mengetuk-ngetuk badan bus. Ini pasti karna ia telah terbiasa untuk berangkat sendiri kesekolah. “BAEKHYUUUN!” teriak Chanyeol berwajah lelah menatapnya yang masih tercengang.
Ahjussi, berhenti!” teriak Baekhyun pada sopir setelah ia menyadari bahwa wajah Chanyeol disana seperti ikan di daratan kehabisan nafas.
CKIIITTT!
Akhirnya penderitaan Chanyeol berhenti ketika bus itu berhenti.
H
Chanyeol meniru Baekhyun membungkukkan badannya was-was dibelakang sekolah yang nampak sepi. “Pssstt! Chanyeol! kemari!” suara Baekhyun berbisik kepada Chanyeol dibelakangnya agar lebih mendekat kearahnya dan juga agar tak ketahuan jika mereka (atau lebih tepatnya hanya Baekhyun karna Chanyeol tak mengerti mengapa gaya mereka nampak seperti pencuri) dapat meloncati tembok setinggi badan Chanyeol dibelakang sekolah agar tak ketahuan jika mereka telah telat masuk (gerbang depan sudah ditutup).
“Nah, Chanyeol berjongkoklah!” suruh Baekhyun ketika mereka tiba ditempat tembok yang dibaliknya ada sebuah pohon besar yang bisa menyembunyikan badannya dari para guru yang mungkin saja memergokinya.
“Ha? Kenapa? Harus ya?” Tanya Chanyeol bingung mengapa dia harus berjongkok? Dia tak mengerti kemauan Baekhyun.
“Sudah menurut saja, cerewet!” Baekhyun mendorong kebawah bahu Chanyeol membuatnya berjongkok. Sekali lagi Chanyeol bingung, sebenarnya siapa yang cerewet disini? Yasudahlah menurut saja... Chanyeol pasrah.
“Diam dan jangan goyang sedikitpun.” Baekhyun tanpa banyak bicara lebuh lagi segera menaiki bahu Chanyeol. Rupanya Baekhyun menjadikan Chanyeol sebagai tumpuan kakinya untuk memanjat tembok. Dengan kaki pendeknya Baekhyun berusaha sekuat tenaga naik ke ujung tembok dan akhirnya kakinya berhasil menapaki tanah lingkungan sekolah. Chanyeol dibawah sana juga berusaha menahan berat badan Baekhyun yang tidak bisa dibilang enteng.
HUP!
Baekhyun menepuk-nepuk kedua tangannya yang kotor sambil menatap bangga ketembok karna ia berhasil meloncatinya.
Disana Chanyeol berdiri, melongokkan kepalanya diatas tembok menatap Baekhyun, “Baekhyun-ah, mundur, aku akan melompat.” Sepertinya ia bisa melompati tembok ini, ia yakin.
Baekhyun mundur tiga langkah menjauh, memangnya ia bisa loncat sendiri? Pikir Baekhyun meremehkan Chanyeol.
“Siap!... hana... dul... SET!!” gumam Chanyeol yang telah beberapa langkah menjauh dari tembok untuk mengambil ancang-ancang dan sedetik kemudian melesat melompati tembok.
Bruk!
 “Huaaaaaaa!” –Chanyeol
“Adaww!” –Baekhyun
Tanpa diduga keduanya, Chanyeol tak sengaja menubruk Baekhyun yang tadi sedang berdiri menunggu dirinya. Alhasil tubuh besar Chanyeol menimpa diatas tubuh kecil Baekhyun dengan gaya  mereka yang saling berhadap-hadapan terbaring dirumput hijau halaman belakang sosial. Baekhyun dibawah dan Chanyeol diatas, mungkin jika ada seseorang melihat pasti akan salah paham, apalagi hidung mereka nyaris bersentuhan.
Chanyeol menegakkan lengannya agar bisa menatap Baekhyun untuk memastikan keadaannya. Sedangkan Baekhyun ia merintih sakit pada punggungnya yang bersentuhan langsung dengan tanah.
“Baekhyun-ah? Gwaenchanha?” Baekhyun menatap Chanyeol tak sengaja tepat dimatanya. Untuk waktu singkat mereka saling bertatapan tanpa ada yang bicara, hanyut kedalam mata masing-masing dan itu membuat keduanya saling terpesona.
Chanyeol terllihat tampan dilihat dari sisi seperti ini... rambutnya hitamnya jadi  turun kebawah. Apalagi iris mata Chanyeol yang hitam pekat menatap kedalam matanya. Apa yang kau pikirkan Baekhyuuunn?! Batinnya kesal terhadap dirinya sendiri.
Baekhyun terlihat lebih manis jika dilihat dari sini, poni dan rambut cokelatnya berantakan diatas tanah, itu... matanya sedang menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan. Ahh Baekhyun manis sekali!! Batin Chanyeol gemas.
Baekhyun sadar akan posisi seperti apa ini, jadi ia menyingkirkan Chanyeol kesamping, bisa gawat jika kepergok seseorang. “Kau memang bisa melompat, tapi kau payah! Minggir! Badanmu berat tahu!” Baekhyun berdiri diikuti Chanyeol.
“Maaf Baek.” Chanyeol mengikuti Baekhyun yang berjalan lebih dulu.
“Sudahlah, aku tak apa. Cepat ke kelas  sebelum ketahuan guru.“
H
Untung tak ada guru dikelas, jadi Baekhyun dan Chanyeol nyelonong masuk dan segera duduk. Para warga kelas yang tadinya sibuk dengan kegiatan masing-masing –begitu ada sosok tampan disamping Baekhyun yang menjadi pusat perhatian, mereka menjadi lebih berisik dari sebelumnya. Seruan kagum terdengar mendominasi dimana-mana.
Baekhyun duduk ditempatnya paling belakang dekat jendela, diikuti Chanyeol menempati bangku kosong disebelah Baekhyun, karna bangkunya single. Sedangkan Baekhyun terlihat tak begitu peduli dengan keberadaan Chanyeol.
Chanyeol memamerkan senyumnya lebih lagi sejak masuk dipintu kelas, membuat teriak kekaguman semakin terdengar keras, Baekhyun memutar bola matanya malas melihat itu.
Choi seongsaenim masuk kedalam kelas membawa setumpuk kertas hasil ulangan harian kemarin, “Maaf, saya terlambat... oh ya kabarnya ada murid baru disini, apa dia sudah datang?” Choi songsaenim bertanya santai walau ia telat, namun tak masalah bagi para murid, justru mereka senang akan hal itu.
Chanyeol yang merasa dirinya adalah murid baru berdiri dan memperkenalkan diri tanpa dipersilahkan, “Hallo semuanya, aku Chanyeol, murid pindahan baru dan aku tinggal bersama Baekhyun.” merasa bangga Chanyeol melirik Baekhyun yang memandangnya dengan tatapan membunuh, sayangnya Chanyeol tidak takut, anak semanis Baekhyun membunuhnya? Itu konyol. Dan hampir semua tatapan iri tertuju ke Baekhyun.
 “Ah, begitu ya.. baiklah Chanyeol-ssi kau bisa duduk kembali, dan kalian semua, hasil nilai ulangan kemarin akan dibagi.”
H
Jam istirahat memberi kesempatan bagi para perempuan dikelas ini bahkan kelas sebelah berbondong-bondong mengerumuni bangku Chanyeol.
“Mau pergi karaoke bersamaku sepulang sekolah nanti?”
“Ah tidak terimakasih, aku harus pulang segera.” Chanyeol menolak halus tawaran Song Soo Ra dari kelas sebelah yang terkenal paling cantik seantero sekolah.
“Chanyeol mau makan bekal ini?” seorang perempuan bernama Kim Mi Ko menyodorkan bekal buatannya.
“Aniyo, terimakasih aku sudah makan tadi pagi.” Kembali Chanyeol menolak begitu juga dengan banyak tawaran sela njutnya dari para perempuan.
Sedangkan ditempat duduknya Baekhyun meratapi kertas ulangan matematikanya berangka merah 40, apa yang ia jawab pada ibunya ketika ibunya bertanya berapa nilai ulangan kemarin? Hffft, Baekhyun menghela nafas dan beranjak pergi ke kantin.
Chanyeol melihat Baekhyun keluar pintu, dan dia menyusul Baekhyun tapi para perempuan itu sedikit menghambatnya untuk pergi.
“Aku harus pergi, Ladies. Bye!” Chanyeol melenggang pergi diikuti desahan kecewa para penggemar barunya.
“Baek!” perlu berlari kecil untuk mengejar Baekhyun yang tak menoleh sedikitpun kebelakang.
“Mau kemana?” Chanyeol bertanya setelah berhasil menyamakan langkah kakinya bersama Baekhyun.
“Jangan ikuti aku.” Baekhyun masih sedang Bad Mood akan nilainya tadi dan ia ingin sendiri kekantin untuk mengisi peruntnya yang berteriak minta diisi.
“Aku tidak bisa tidak mengikutimu.” Chanyeol bersikeras tanpa tahu jika Baekhyun sedang Bad Mood.
Baekhyun memutar bola matanya malas dan melangkah lebih cepat, berniat meninggalkan Chanyeol, “Terserahmu sajalah!”
H


Sama seperti dikelas dikantinpun banyak yang mencuri pandang ke arah Chanyeol yang mengekor dibelakang Baekhyun berwajah tak enak dilihat. Sedangkan Chanyeol tersenyum sok ramah ketiap wajah orang yang dilihatnya membuat dia tak sengaja menabrak punggung Baekhyun hingga Baekhyun nyaris terjungkal kedepan jika saja Chanyeol tak sigap melingkarkan lengannya keperut Baekhyun agar tak jatuh kelantai.
Baekhyun melotot dan masih tercenggang, lengan Chanyeol masih melingkar diperutnya, wajah Chanyeol terasa begitu dekat dipipinya, mengundang tatapan sejuta umat dikantin --gratis menyaksikan adegan romantis yang disajikan Chanyeol terhadap Baekhyun. Semua yang ada disana senyam-senyum tak jelas atas tragedi so sweet ini.
Pipi Baekhyun merona malu, ini menggelikan, memalukan, menyebalkan dan... dan... uuhh Baekhyun ingin menendang Chanyeol yang  ceroboh untuk ketiga kalinya dihari ini dan ia tak akan tahan jika kecerobohan Chanyeol selalu berakibat buruk padanya.
Baekhyun cepat melepas tangan Chanyeol, dan beralih menatap sejuta orang dikantin, “Ya! Apa lihat-lihat!? Ingin matanya tidak bisa melihat ya!? Urus urusan kalian masing-masing!” Kesebalan Baekhyun disahut oleh seruan; “HUUUUUUUU!” oleh orang-orang yang ada disana karna kehilangan tontonan gratis mereka. Nafsu makannya jadi hilang, Baekhyun melengos pergi meninggalkan Chanyeol yang sejak tadi diam saja.
H
Sejak masuk kelas setelah istirahat hingga mereka dalam perjalanan pulang sekolah Baekhyun jadi lebih diam tak bicara sepatah katapun walau Chanyeol mengajak untuk mengobrol. Chanyeol sama sekali tak berpikir bahwa mungkin saja Baekhyun marah karna kejadian dikantin tadi. Jadi Chanyeol memutuskan untuk ikut diam saja daripada mengganggu Baekhyun dengan obrolannya.
Baekhyun lebih dulu sampai didepan pintu rumahnya. Chanyeol melihat bahu Baekhyun lebih menurun ketika sedang memutar kenop pintu. Sebenarnya kenapa Baekhyun?
“Ibu, aku pulang.” Baekhyun berkata lemas. Berbeda dengan Chanyeol mengucapkan, “Aku pulaaanng~” dengan riang. Ibu menyambut kedua anak lelaki itu dengan makanan yang telah tersedia diatas meja. “Segera ganti baju, lepas sepatu, cuci tangan dan kita makan bersama.”
“Iya.” Sahut Baekhyun dan Chanyeol bebarengan.
Chanyeol telah mengganti baju kaos bergambar anggur ungu segar dan celana longgar selutut, ia segera turun dan dimeja makan ia hanya mendapati ibu, ternyata Baekhyun belum turun.
“Chanyeol-ah, ayo duduk.”
“Baekhyun apa aku panggil saja?” tawar Chanyeol perhatian namun Baekhyun menampakkan wajah cueknya turun dari tangga.
“Nah mari kita mulai makan sorenya.” Ibu bertepuk ria.
“Bagaimana hari pertamamu disekolah Baekhyun, Chanyeol-ah?” ibu membuka obrolan.
“Saat memasuki sekolah tadi kami lonc—“ Chanyeol menghentikan kalimatnya karna injakan kuat dikakinya oleh Baekhyun, mengisyaratkan untuk tidak memberitahu hal itu.
Mengerti maksud tindakan kasar Baekhyun. Chanyeol melanjutkan kalimatnya sambil menahan kesakitan dikakinya, “Ah, maksudku... tentu saja menyenangkan, bu.”
“Syukurlah kau suka. Lalu Baekhyun, katanya ulanganmu dibagikan hari ini, berapa nilaimu?” tanpa disengaja Baekhyun menjatuhkan sendoknya diatas piring, inilah yang ditakutkannya, ia takut ibunya kecewa atas nilai yang tak memuaskan.
“Em- empat puluh.” Baekhyun menunduk menjawabnya pelan.
Ibunya sedikit terkejut dan menghela nafas, “Chanyeol, kau maukan nanti membantu Baekhyun untuk belajar?” ujar ibu Byun sedikit memelas. Baekhyun mengangkat kepalanya terkejut.
“Tentu saja bu, dengan senang hati.”Chanyeol tersenyum menampakkan gigi rapinya.
H
“... N2(g) + O2(g) Ž 2NO(g) sekitar 10 % dari NO yang membentuk NO2, yaitu... Apa Baek?” Chanyeol menurunkan buku IPA milik Baekhyun dari pandangannya, ia bertanya kelanjutan pertanyaan tentang Oksida Nitrogen kepada Baekhyun yang rupanya menyangga dagunya diatas tangan dan matanya sayup-sayup mengantuk.
“Ya? Baekhyun-ah?” Chanyeol memastikan bahwa Baekhyun masih berkonsentrasi pada pembelajarannya, padahal mereka baru memulainya 30 menit lalu. Baekhyun kebingungan menoleh ke kanan ke kiri dengan wajah kusut karna mengantuk, “Ah, ya, apa?”
 “Tidak ingin mengecewakan ibu ‘kan?’
“Ah! iya-iya, akau ke kemar mandi sebentar.” Baekhyun menegakkan tubuhnya mendengar kata kecewa dan ibu jadi ia ke kamar mandi untuk cuci muka agar tak mengantuk lagi.
“Gen-gen tersusun berderet dalam kromosom. Kromosom dalam sel tubuh bersipan diploid... bla bla bla.” Sudah 30 menit Chanyeol mengajari ulang dari awal belajar dengan sabar hingga Baekhyun mengerti penjelasannya.
“Nah, perhatikan contoh berikut.” Chanyeol menunjuk satu contoh soal pada buku.
“Perbandingan genotipnya adalah F2 + TT : Tt : tt, sekarang coba kau kerjakan sendiri soal halaman 32 , aku akan menilai kemampuanmu.”
Nde, songsaenim!” Kalimat Baekhyun berisi sindiran, namun Chanyeol menghiraukan nada bicara Baekhyun.
Baekhyun mengerjakannya cukup lama sekitar 3 menit, tapi hasilnya tak sia-sia, ia mendapat nilai 95,5 dari Chanyeol karna ada kesalahan terhadap penulisannya diakhir hasil. Padahal sebelumnya Baekhyun tak bisa soal persilangan ini oleh karna itu ia membenci pelajaran tersebut, nilai tertingginya dipelajaran ini hanya 5.0. Tapi sekarang ada keajaiban yang terjadi pada otaknya, ia lebih nyambung jika belajar dengan Chanyeol ketimbang guru disekolah, yah mungkin karna faktor umur mereka yang sama.
Chanyeol turut senang Baekhyun jadi bisa mengerjakan jadi ia mengajarinya hingga larut malam, mulai dari pelajaran tentang Oksida Nitrogen, Persilangan, atom, molekul dan ion dalam produk kimia, energi listrik, rangkaian listrik juga usaha dan energi.
Jam didinding menunjukkan pukul 23:57, disana Baekhyun tertidur ketika Chanyeol sedang asik menerangkan tentang usaha dan energi.
Chanyeol menghela nafas dan tersenyum melihat wajah polos Baekhyun yang tengah tidur pulas karna capek belajar, sebab Baekhyun tak terbiasa belajar dirumah lebih dari dua jam. Segera Chanyeol membersihkan buku yang berserakan diatas kasur, menatanya menjadi tumpukan diatas meja belajar Baekhyun.
Karna tak tega membiarkan Baekhyun tertidur membungkukkan setengah badannya diatas kasur, Chanyeol mengangkatnya untuk tidur lebih nyaman diatas kasur berseprai kartun Donald Duck. Baekhyun sedikit melenguh dalam tidurnya ketika Chanyeol memberinya selimut.
Jalja.” Chanyeol mengecup kening Baekhyun yang tertutup rambut.
H

Terpaksa TBC :D
Iya saya tahu jika fanfict tersebut jelek hancur dan bla bla bla -_- oleh karna itu saya butuh komen Anda yang telah membaca.
Say Thanks To:
- GOD
- My parents
- My Friends

- Kau ;)
See you at the next chapter....


#Tab Rusak, Chapter 2 LOST! *Hiks! :'